Senin, 14 Oktober 2013

EYD dan Tanda Baca

Memeriksa Website sesuai dengan EYD dan Tanda Baca yang benar.



GAGAL JADI LURAH,CALON SUAMI ZASKIA SHINTA DIKEJAR WARGA

Baru saja melangsungkan lamaran pasangan Zaskia Shinta atau Zaskia Gotik dan Vicky Prasetyo diterpa masalah. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, Vicky sedang dicari-cari karena mengumbar janji palsu saat mencalonkan diri menjadi Lurah di Kampung Bulak, Cikarang.

Vicky yang dikenal warga Cikarang sebagai Hendrik dalam kampanye menjadi lurah dikabarkan pernah menjanjikan uang kepada warganya jika memilihnya. Sayangnya, janjinya tersebut tak terealisasi seiring kegagalannya menjadi lurah.

Calon suami Zaskia Shinta disebut dikejar-kejar warga karena mengumbar janji palsu.
"Dia (Vicky) kalah dan langsung ngilang denger-denger pergi ke Singapura. Terus anak buahnya dikejar-kejar sama warga yang dijanjiin mau dikasih duit kalau memilih dia," ujar salah satu penduduk Kampung Bulak, Cikarang saat dihubungi wartawan lewat telepon, Senin (2/9) malam.

Sosok Vicky atau Hendrik memang dikenal sebagai sosok yang baik. Namun, menurut sumber, kebaikan Vicky hanya saat pemilihan Lurah.

"Baik banget sama saya, baik juga, low profile, baik suka ngasih uang ke saya dulu. Setelah pemilihan lurah nggak," tandasnya.

Walau hubungan mereka terbilang masih seumur jagung, namun Vicky Prasetyo tak butuh waktu lama untuk meminang kekasihnya, Zaskia Gotik.

Keterangan :
Kata-kata yang digaris bawahi merupakan kata tidak baku. Dan berikut ini
kata-kata setelah diperbaiki :

Jadi : Menjadi                                                 Enggan : Tidak mau/Segan
Dicari-cari : Dicari                                         Ngilang : Menghilang            
Denger-denger : Kata Orang-Orang               Dijanjiin : Dijanjikan              
Dikasih : Diberi                                              Duit : Uang                            
Lewat Telepon : Melalui Telepon                  Banget : Sekali
Sama Saya : Kepada Saya                              Low Profile : Rendah Hati
Ngasih : Memberi                                           Ke Saya : Kepada Saya
Dulu : Dahulu                                                 Nggak : Tidak
Tak Butuh : Tak Membutuhkan

Sumber : http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/gagal-jadi-lurah-calon-suami-zaskia-shinta-dikejar-warga-052f00.html

Jumat, 04 Oktober 2013

BERBAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR




Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat penting di Negara Indonesia. Dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, berarti telah menjunjung tinggi bahasa persatuan seperti yang diikrarkan dalam sumpah pemuda.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya,mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Pemakaian bahasa Indonesia semakin hari semakin kacau. Tetapi tidak ada lembaga pemerintah atau masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kekacauan ini.  
Sebagian besar masyarakat masih menggabungkan penggunaan bahasa daerah dengan bahasa Indonesia, terutama bahasa daerah dari tempatnya berasal. Kemunculan bahasa seorang anak berkaitan dengan bahasa pertama yang diperoleh dari orang terdekatnya atau dapat dikatakan orang tua yang mendasari latar belakang budaya anak tersebut. Selain itu, lingkungan tempat anak berkembang juga sangat mempengaruhi bahasa seorang anak.

Ada 5 ragam bahasa adalah sebagai berikut :
      1. Ragam beku (frozen): digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
      2. Ragam resmi (formal): digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
      3. Ragam konsultatif (consultative): digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
      4. Ragam santai (casual): digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
      5. Ragam akrab (intimate): digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan kaidah tata bahasa normatif.
2. Penggunaan kata-kata baku.
3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.

Fungsi berbahasa indonesia adalah sebagai berikut :
1. Pemersatu kebhinekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas- batas kedaerahan sehingga mampu membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa Indonesia.
2. Penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain.
3. Pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar.
4. Sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya pemakaian bahasa sehingga memberi kesadaran adanya aturan baku dan layak dipatuhi.

Penyebab orang sudah jarang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah :
1. Terjadinya dwi bahasa
Bahasa daerah masih menjadi komunikasi resmi terutama pada masyarakat pedesaan sehingga rasa cinta terhadap bahasa Indonesia harus terkalahkan oleh bahasa daerah.
2. Terjadinya globalisasi
Dengan adanya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, maka banyak orang menyelipkan bahasa Inggris dalam berbahasa. Contohnya di tempat- tempat umum sudah jarang sekali ditemukan plang yang berbahasa Indonesia. Semuanya hampir memilih menggunakan bahasa Inggris, misalnya, open untuk buka, closed untuk tutup, welcome untuk selamat datang, push untuk dorong, dan lain- lain.
Penguasaan bahasa Inggris yang baik dapat menjanjikan kedudukan, status sosial, dan tingkat ekonomi yang lebih baik daripada hanya menguasai bahasa Indonesia saja.
3. Munculnya bahasa gaul
Pemakaian bahasa Indonesia yang baik ndalam kehidupan sehari – hari mulai bergeser dan digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang lebih dikenal dengan “ bahasa gaul “. Bahkan dalam situasi resmi pun bahasa gaul kadang muncul sehingga mengakibatkan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baik dan tidak benar. Misalnya, gue ( aku, saya ), elo ( kamu ), emang gue pikirin ( aku tidak peduli ), bokap, nyokap ( ayah, ibu ), dan sebagainya.
4. Tidak memasyarakatnya bahasa Indonesia di kalangan remaja
5. Struktur bahasa Indonesia yang kurang dipahami
6. Kurangnya pengaplikasian bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan formal seperti sekolah.
7. Banyak orang yang menganggap bahasa Indonesia itu tidak modern.

Agar berbahasa Indonesia yang baik dan benar dapat digunakan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain sebagai berikut :
1. Menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis pembinaan bahasa.
Pembelajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar dimulai dari lingkungan rumah dan di sekolah mulai dari taman kanak- kanak sampai perguruan tinggi. Jika penggunaan bahasa yang baik dan benar sudah diterapkan sejak kecil di lingkungan formal, maka orang- orang akan berbahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi.
2. Perlunya pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Perlu adanya kesesuaian antara bahasa yang dipakai dengan tempat berbahasa,agar orang mengetahui bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Menjunjung tinggi bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama dan utama di Negara Republik Indonesia. Bahasa daerah bertugas sebagai penunjang bahasa nasional, sumber bahan pembantu pengembangan bahasa nasional.

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya dalam situasi nonformal seperti di warung, di pasar, di rumah dan lain- lain hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat.
Sedangkan pada situasi formal seperti kuliah, seminar, rapat dan lain- lain, menggunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal serta memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, seperti kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah – kaidah bahasa kurang ditaati, maka pemakaian bahasa Indonesia tersebut tidak benar atau tidak baku. Jadi, berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan juga mengikuti kaidah bahasa yang benar.

Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar :
Dalam kehidupan sehari-hari :
  • Apakah kamu ingin makan nasi sekarang?
  • Apa yang kamu lakukan terhadap jono?
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain dalam tawar-menawar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1)   Berapakah Ibu mau menjual baju ini?
(2)   Apakah Bang Ojek bersedia mengantar saya ke Itc Cempaka Mas dan berapa ongkosnya?

Misalkan perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul
Bahasa Indonesia
Bahasa Gaul (informal)
Aku, Saya
Gue
Kamu
Elo
Di masa depan
kapan-kapan
Apakah benar?
Emangnya bener?
Tidak
Gak
Tidak Peduli
Emang gue pikirin!

Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku  dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami,  bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.
Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. 




Sumber:
http://tomat1610.blogspot.com/2012/02/pentingnya-berbahasa-indonesia-dengan.html#ixzz2gjgx1hHs


Kamis, 26 September 2013

Pengertian Esai dan Contoh Esai



Esai adalah  karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai merupakan tulisan yang berupa fakta, dengan kata lain sebuah esai bukan sebuah prosa fiktif atau karangan belaka penyampaiannya.

Contoh Esai

Pengalaman Kerja

Cerita ini berawal dari akhir semester lalu,saat pertengahan ujian aku memutuskan untuk mengisi waktu luangku dengan bekerja,karena ujian tidak dilaksanakan setiap hari. Tidak lama setelah membuat lamaran,akhirnya aku diterima kerja di sebuah perusahaan. Aku bekerja selama 6 hari dan 1 hari libur,bekerja selama 7 jam dan istirahat 1 jam.

Awal aku bekerja,rasanya badanku terasa sangat lelah terutama sakit pada kaki. Meskipun bekerja seperti ini bukan hal pertama bagiku,karena tahun lalu saat aku libur kuliah aku juga bekerja di tempat yang sama. Begitu berhari-hari kerja,rasa sakit pun sudah tidak terasa lagi. Selama bekerja aku dituntut untuk disiplin terutama pada waktu,bekerja pun berdasarkan shift yang telah ditentukan. Untuk shift pertama bekerja pada jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore,dan untuk shift kedua pada jam 2 siang sampai dengan jam 10 malam.

Bekerja sangat menyita waktuku,bahkan untuk istirahat pun bisa dihitung jam. Disaat itu lah aku menyadari betapa berharganya waktu yang aku punya. Semua yang aku kerjakan sudah dijadwalkan,bahkan untuk sekedar menyantap makanan dan solat saja diberi jarak waktu.

Aku menyadari sesibuk apapun aku bekerja,aku tetap ingat dengan ujian semesterku. Setiap pulang kerja,aku menyempatkan diri untuk belajar apa yang akan diujikan,sekalipun badanku terasa lelah dan ingin segera beristirahat. 

Aku selalu melihat jadwal ujian dengan jadwal kerja agar tidak dilakukan bersamaan. Disaat jadwal kerjaku bersamaan dengan jadwal kuliah,aku segera meminta ijin untuk menukar shift kerjaku. Dan memang benar,ada 2 jadwal ujian yang jamnya sama dengan jam kerjaku. Disini aku merasa bingung karena jam ujian itu berada ditengah jam kerjaku,aku pun tidak bisa menukar shift kerja. Akhirnya aku memutuskan memakai jam istirahatku untuk melaksanakan ujian semester. Jarak dari kampus dan tempat kerjaku cukup dekat,hanya membutuhkan waktu 10 menit. Setelah selesai ujian,aku pun segera bergegas untuk kembali kerja. 

                Aku bekerja tidak cukup lama,karena sejak awal aku memutuskan bekerja hanya untuk mengisi waktu luangku saja agar tidak terlalu lama berdiam diri di rumah tanpa pekerjaan. Aku bekerja kurang lebih selama 40 hari. Selain aku mendapat gaji atas kerjaku,aku juga mendapat sesuatu yang menyenangkan yaitu nilai ipk semester kemarin aku mendapat hasil yang baik. Aku merasa bangga hasil dari 1 semester cukup memuaskan,apalagi disaat ujian aku harus membagi waktu belajar. Aku memutuskan untuk semester ini sampai aku lulus kuliah untuk konsen pada kuliahku,tidak bekerja lagi meskipun disaat libur panjang sehabis ujian. Dan liburan kali ini pun cukup menambah pengalaman dan yang pasti lebih menyenangkan.

Sumber :
Google-pengertian esai