Sabtu, 11 Oktober 2014

Telematika


Pengertian Telematika

Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978. Telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. Telekomunikasi mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian  Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data.


Contoh Penerapan Telematika 

Penggunaan Telematika sudah sangat banyak diberbagai bidang. Mulai dari sistem pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan lain-lain. Contoh nyata dari bentuk penerapan telematika diantaranya adalah :
- Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
- Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
- Bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).
- E-commerce (transaksi jual beli secara elektronik) merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer, atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet.
- E-learning (pendidikan terbuka dengan metode jarak jauh) merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya.


Peran Telematika

Telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain:
- Mengoptimalkan proses pembangunan.
Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memudahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
- Meningkatkan Pendapatan.
Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
- Pemersatu bangsa.
Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.


Kelebihan dan Kekurangan Telematika

Kelebihan :
- Kemudahan dalam memperoleh Informasi secara cepat
Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga. Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.
- Transparasi dalam Informasi
Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan.
- Kemudahan dalam memperoleh data
Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
- Penghematan Waktu
Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.

Kekurangan :
- Banyak kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet
Contohnya cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
- Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.


Saran

Salah satu teknologi yang berkembang pesat dan perlu dicermati adalah teknologi informasi. Tanpa penguasaan dan pemahaman akan Teknologi Telematika ini akan menyebabkan ketergantungan terhadap pihak lain dan hilangnya kesempatan untuk bersaing karena minimnya pemanfaatan teknologi informasi. Maka upaya pengembangan dan penguasaannya mendapat perhatian maupun prioritas yang utama untuk dapat menjadi masyarakat yang lebih maju.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://dgk.or.id/archives/2006/03/30/asal-mula-kata-telematika
http://upadama.blogspot.com
http://adhika-rmd.blogspot.com/2012/11/kelebihan-dan-kekurangan-telematika.html


Minggu, 08 Juni 2014

RESENSI (TUGAS 6)



Pengertian Resensi 
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya.

Tujuan Resensi
A) Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.
B) Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah karya yang diresensi itu merupakan suatu karya yang bermutu atau tidak.
C) Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah buku itu layak untuk dibaca.

Unsur - Unsur Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur, yaitu :
A) Unsur Intrinsik
yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam. Contohnya : Tokoh, Perwatakan, Tema, Alur, Gaya Bahasa, Sudut Pandang, Amanat, Latar.
B) Unsur Ekstrinsik
yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar. Contohnya : Latar belakang kehidupan pengarang, Pandangan hidup pengarang, Situasi sosial.

Fungsi Resensi
Resensi buku mempunyai berbagai fungsi. Dilihat dari subyek penggunanya, Saryono (1997:58—59) membagi menjadi empat fungsi resensi, yaitu :
A) Fungsi resensi bagi penulis buku
Resensi buku dapat berfungsi untuk mendapatkan balikan dan saran tentang buku yang ditulisnya, memperoleh sejauh mana sambutan masyarakat terhadap buku yang ditulisanya, dan penerimaan atas buku yang ditulisnya.
B) Fungsi resensi bagi penerbit
Resensi buku berfungsi untuk memperkenalkan buku-buku yang diterbitkannya, memperhatikan sambutan dan penerimaan masyarakat atas buku yang diterbitkannya (unsur promosi), dan mendapatkan balikan dan saran demi kebaikan buku yang diterbitkannya.
C) Fungsi resensi bagi penerbit media massa
Resensi buku dimanfaatkan sebagai berita khas yang memberikan informasi cukup cermat,teliti, memadai, dan menarik pembaca.
D) Fungsi resensi bagi pembaca khusus dan umum.

Beberapa Hal yang Terdapat Dalam Resensi
Dibawah ini terdapat beberapa hal yang terdapat di dalam sebuah resensi karya sastra :
A) Judul Resensi
B) Data/Identitas Karya Sastra
C) Isi Resensi
D) Kekurangan & Kelebihan
E) Penutup
Terdapat perbedaan saat pemuatan data atau identitas karya sastra yang diresensi, seperti pada resensi buku data yang tercantum ialah seperti berikut ini: judul buku, penulis & penerjemah (jika buku itu berupa terjemahan dari bahasa asing), nama penerbit, cetakan, tahun terbit, tebal buku & jumlah halaman. Pada drama/film maka data untuk resensinya adalah berupa: judul drama/film, penulis, sutradara, genre, pemain, penyunting & penerjemah, tahun terbit, penerbit.

Sasaran Penilaian Resensi
Pokok-pokok yang dapat dijadikan sasaran-sasaran penilaian (isi dari sebuah resensi) adalah
A) Latar belakang
Menyajikan latar belakang penulisan buku yang diresensi. Resensator dapat juga mengemukakan tema buku, tujuan yang ingin dicapai penulis buku, atau gambaran umum isi buku.
B) Identitas buku
Identitas buku mencangkup judul, nama penulis, nama penerbit, kota tempat terbit dan informasi lain yang dirasa perlu (misal ditambahkan ketebalan buku, gambar sampulnya).
C) Macam atau jenis buku
Resensator mengemukakan jenis buku, apakah fiksi atau non fiksi.
D) Kepengarangan
Kepengarangan adalah bentuk penyajian buku, misalnya cara menganalisis masalah yang dilakukan oleh pengarang, cara menyusun kesimpulan, serta gaya bahasa pengarang. Pada bagian ini dapat ditampilkan keunggulan pengarang.
E) Kelebihan dan Kelemahan
Untuk keunggulan buku, membahas kerangka buku, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Apakah hubungan terebut harmonis, jelas, dan memperlihatkan perkembangan yang masuk akal, Apakah ada hubungan sebab akibat antarbagian. Penilaian di sini juga bisa mengemukakan daya tarik buku, keistimewaan buku, kelebihan buku dibanding buku (sejenis) yang lain.
Untuk kelemahan buku, setiap buku pasti ada kelemahannya. Ketika menyampaikannya harus mengemukakan secara objektif apa saja kelemahan dari buku yang diresensinya.
F) Ikhtisar
Ikhtisar atau ringkasan isi buku mudah dipahami pembaca, sebaiknya struktur yang digunakan mudah diikuti dan dengan bahasa yang baku, jelas, dan komunikatif.
G) Nilai buku
Merupakan kesimpulan kualitas buku berdasarkan keunggulan dan kelemahan yang telah dibahas. Pada bagian ini juga mengemukakan pendapat resensator tentang baik-tidaknya isi buku, perlu-tidaknya dibaca, fungsinya bagi pembaca tertentu.

Langkah-Langkah Membuat Resensi

Ketika melakukan kegiatan meresensi, harus memperhatikan langkah-langkah meresensi buku sebagai berikut :
A) Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang diresensi (Mulai dari tema buku yang diresensi yang disertai deskripsi isi buku, Siapa yang menerbitkan buku, Kapan dan dimana diterbitkan buku, Tebal (jumlah bab dan halaman), Format, Harga, Siapa pengarangnya : nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, buku atau karya apa saja yang ditulis, hingga mengapa ia menulis buku itu, Buku itu termasuk golongan buku yang mana: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra).
B) Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami secara tepat dan akurat.
C) Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
D) Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
E) Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut.

Contoh Resensi


Judul : Twilight
Jenis Buku : Novel
Genre : Fiksi – Fantasi
Pengarang : Stephanie Meyer
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Bahasa : Indonesia
Dimensi Buku (P x L) : 13,5 x 20 cm
Tebal Buku  : 520 halaman
Tahun Terbit : 5 0ktober 2005
Harga Buku : Rp. 60.000

Twilight adalah novel roman karya Stephanie Meyer yang berkisah tentang hubungan asmara antara vampir dan manusia. Novel ini telah diadaptasi dalama bentuk layar lebar dengan judul yang sama. Novel ini menceritakan tentang Bella Swan seorang gadis asal Arizona yang pindah ke Forks  untuk tinggal bersama ayahnya. Bella mendapat banyak perhatian dari pemuda dan teman – teman baru di sekolah barunya.
Bella mulai mengenal Edwar Cullen pada hari pertama sekolahnya, namun tidak ada sambutan hangat yang diberikan oleh Edward kepada Bella. Bella yang tidak mengerti mengenai Edward Cullen serta kemampuan – kemampuan mistisnya bertanya kepada sahabatnya Jacob Black. Bella pun mengetahui bahwa sesungguhnya Edward adalah seorang vegetarian vampir, mereka tidak memangsa manusia namun memangsa hewan. Edward dan Bella mulai saling terbuka dan mereka jatuh cinta.
Hubungan mereka diuji ketika datang vampir dari suku lain ingin memangsa Bella. James ingin memangsa bella, namun hal itu digagalkan oleh keluarga Cullen. Mereka sudah menganggap Bella sebagai bagian dari keluarga Cullen, sehingga mereka melakukan berbagai usaha untuk menyelamatkan Bella. Setelah kembali ke Forks, Bella dan Edward menghadiri pesta prom nite. Bella mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang vampir tetapi Edward menolaknya.


Kelebihan:
Banyak hal yang menarik yang diceritakan dalam novel ini. Kisah cinta yang tulus, cinta sejati dan romantis. Berbagai karakter tokoh digambarkan dalam novel tersebut. Dimana setiap tokoh masing-masing mempunyai peran dan bakat kelebihan yang unik. Cerita novel ini berkaitan dan bagus. Suasana yang digambarkan dalam novel ini jelas, sehingga para pembaca dapat dengan mudah berimajinasi melalui cerita yang dikisahkan.

Kekurangan:
Dalam novel ini tidak diceritakan sudut pandang tokoh Edward.

Kesimpulan:
Dalam cerita novel Breaking Dawn, dapat disimpulkan bahwa mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan yang tidak punya pilihan untuk dihindari walaupun menyangkut nyawa.

Biografi Penulis:
Stephanie Meyer terlahir dengan nama Stephanie Morgan pada 24 Desember 1973. Meyer adalah seorang penulis dari Amerika. Meyer mulai melambung menulis novel laris, TWILIGHT pada 2005. Novel ini menjadi populer, bahkan telah diterjemahkan hingga 37 bahasa lain dan telah terjual lebih dari 40 juta copy diseluruh dunia. Berkat TWILIGHT, Meyer mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya dari New York Times sebagai Editor’s Choice, Amazon.com sebagai Best Book of The Decade…So Far. Novel laris ini akhirnya diadaptasi menjadi sebuah film. Dibintangi Robert Pattinson dan Kristen Stewart, film yang tidak diproduksi oleh major label Hollywood menjadi film box ofice.



Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Twilight (novel)